Golongan Lantanida
GOLONGAN LANTANIDA
Lantanida adalah kelompok unsur
kimia yang terdiri dari 15 unsur, mulai lantanum (La) sampai lutesium (Lu) pada
tabel periodik, dengan nomor atom 57 sampai 71. Skandium, itrium, dan semua
lantanida dikenal sebagai logam tanah jarang. Semua lantanida, kecuali
lutesium, adalah unsur blok-f yang berarti bahwa elektronnya terisi sampai
orbit 4f. Golongan ini diberi nama berdasarkan lantanum. Prometium merupakan
satu-satunya unsur lantanida yang radioaktif, dengan paruh waktu isotop paling
stabilnya (145Pm) hanya 17,7 tahun.
Berikut adalah unsur-unsur yang
terdapat dalam golongan lantanida:
Lantanum (La) (Z = 57), Serium (Ce) (Z = 58), Praseodimium (Pr) (Z = 59), Neodimium (Nd) (Z = 60), Prometium (Pm) (Z = 61), Samarium (Sm) (Z = 62), Europium (Eu) (Z = 63), Gadolinium (Gd) (Z = 64), Terbium (Tb) (Z = 65), Disprosium (Dy) (Z = 66), Holmium (Ho) (Z = 67), Erbium (Er) (Z = 68), Tulium (Tm) (Z = 69), Iterbium (Yb) (Z = 70), Lutesium (Lu) (Z = 71)
a. Sifat Unsur Lantanida
|
Sifat Unsur |
La |
Ce |
Pr |
Nd |
Pm |
|
Periode |
6 |
6 |
6 |
6 |
6 |
|
Blok |
d |
f |
f |
f |
f |
|
Nomor atom |
57 |
58 |
59 |
60 |
61 |
|
Fasa ( |
Padat |
Padat |
Padat |
Padat |
Padat |
|
Konfigurasi Elektron |
[Xe] 5d16s2 |
[Xe] 4f15d16s2 |
[Xe] 4f36s2 |
[Xe] 4f46s2 |
[Xe] 4f56s2 |
|
Titik lebur |
920°C, 1688°F, 1193 K |
799°C, 1470°F, 1072 K |
931°C, 1708°F, 1204 K |
1016°C, 1861°F, 1289 K |
1042°C, 1908°F, 1315 K |
|
Titik didih |
3464°C, 6267°F, 3737 K |
3443°C, 6229°F, 3716 K |
3520°C, 6368°F, 3793 K |
3074°C, 5565°F, 3347 K |
3000°C, 5432°F, 3273 K |
|
Kepadatan ( |
6,15 |
6,77 |
6,77 |
7,01 |
7,26 |
|
Massa atom relative (Ar) |
138.905 |
140.116 |
140.908 |
144.242 |
145 |
|
Sifat
Unsur |
Sm |
Eu |
Gd |
Tb |
Dy |
|
Periode |
6 |
6 |
6 |
6 |
6 |
|
Blok |
f |
f |
f |
f |
f |
|
Nomor atom |
62 |
63 |
64 |
65 |
66 |
|
Fasa ( |
Padat |
Padat |
Padat |
Padat |
Padat |
|
Konfigurasi Elektron |
[Xe] 4f66s2 |
[Xe] 4f76s2 |
[Xe] 4f75d16s2 |
[Xe] 4f96s2 |
[Xe] 4f106s2 |
|
Titik lebur |
1072°C, 1962°F, 1345 K |
822°C, 1512°F, 1095 K |
1313°C, 2395°F, 1586 K |
1359°C, 2478°F, 1632 K |
1412°C, 2574°F, 1685 K |
|
Titik didih |
1794°C, 3261°F, 2067 K |
1529°C, 2784°F, 1802 K |
3273°C, 5923°F, 3546 K |
3230°C, 5846°F, 3503 K |
2567°C, 4653°F, 2840 K |
|
Kepadatan ( |
7,52 |
5,24 |
7,90 |
8,23 |
8,55 |
|
Massa atom relative (Ar) |
150.36 |
151.964 |
157.25 |
158.925 |
162.500 |
|
Sifat
Unsur |
Ho |
Er |
Tm |
Yb |
Lu |
|
Periode |
6 |
6 |
6 |
6 |
6 |
|
Blok |
f |
f |
f |
f |
f |
|
Nomor atom |
67 |
68 |
69 |
70 |
71 |
|
Fasa ( |
Padat |
Padat |
Padat |
Padat |
Padat |
|
Konfigurasi Elektron |
[Xe] 4f116s2 |
[Xe] 4f126s2 |
[Xe] 4f136s2 |
[Xe] 4f146s2 |
[Xe] 4f145d16s2 |
|
Titik lebur |
1472°C, 2682°F, 1745 K |
1529°C, 2784°F, 1802 K |
1545°C, 2813°F, 1818 K |
824°C, 1515°F, 1097 K |
1663°C, 3025°F, 1936 K |
|
Titik didih |
2700°C, 4892°F, 2973 K |
2868°C, 5194°F, 3141 K |
1950°C, 3542°F, 2223 K |
1196°C, 2185°F, 1469 K |
3402°C, 6156°F, 3675 K |
|
Kepadatan ( |
8,80 |
9,07 |
9,32 |
6,90 |
9,84 |
|
Massa atom relative (Ar) |
164.930 |
167.259 |
168.934 |
173.045 |
174.967 |
Tabel 2. Sifat Kimia Unsur dalam Golongan Lantanida
|
Sifat Kimia |
Penjelasan |
|
Reaktivitas kimia tinggi |
Unsur-unsur lantanida secara umum memiliki reaktivitas kimia yang
tinggi, khususnya terhadap air dan udara. Ini membuatnya berguna dalam
berbagai aplikasi industri, seperti dalam produksi katalis, pemurnian logam
lain, dan kimia sintetik. |
|
Kemampuan pembentukan kompleks |
Lantanida mampu membentuk kompleks dengan berbagai molekul organik
dan anorganik. Salah satu contoh penerapannya adalah dalam katalisis
enantioselektif, di mana senyawa lantanida membantu mempercepat reaksi kimia
tertentu dengan mempengaruhi selektivitasnya terhadap stereokimia
molekul-molekul organik. |
|
Sifat magnetik |
Beberapa unsur lantanida, seperti gadolinium (Gd), memiliki sifat
magnetik yang unik. Gadolinium adalah salah satu bahan yang digunakan dalam
pencitraan resonansi magnetik (MRI) dalam bidang kedokteran, karena
kemampuannya untuk memancarkan sinyal yang mendeteksi keberadaan jaringan dan
cairan tertentu dalam tubuh. |
|
Sifat fluoresensi |
Beberapa unsur lantanida, seperti terbium (Tb) dan europium (Eu),
memiliki sifat fluoresensi yang berguna dalam pembuatan layar televisi, layar
komputer, dan lampu neon. Ketika senyawa-senyawa ini diberi rangsangan
energi, mereka dapat memancarkan cahaya dengan panjang gelombang tertentu,
menciptakan warna-warna yang berbeda dan membantu dalam visualisasi
informasi. |
|
Kemampuan untuk membentuk senyawa koordinasi yang stabil |
Unsur-unsur lantanida sering digunakan dalam kimia koordinasi
untuk membentuk senyawa-senyawa kompleks yang stabil. Salah satu contohnya
adalah dalam pembuatan pigmen warna yang digunakan dalam industri pencetakan
dan cat. |
|
Sifat kontraksi lantanida |
Unsur-unsur lantanida mengalami kontraksi lantanida, yaitu
perubahan yang cukup signifikan dalam ukuran atom saat bergerak dari anthanum
ke lutetium. Ini memiliki implikasi dalam kimia koordinasi dan kompleks,
serta dalam pemisahan dan pemurnian unsur-unsur lantanida. |
|
Kemampuan Absorpsi Radiasi |
Beberapa unsur lantanida, seperti samarium (Sm) dan terbium (Tb),
memiliki kemampuan untuk menyerap radiasi ionisasi, sehingga digunakan dalam
bidang-bidang seperti dosimetri radiasi, produksi sensor radiasi, dan penggunaan
dalam material perlindungan radiasi. |
b. Keberadaan dan Kelimpahan Unsur Lantanida
Unsur-unsur
golongan lantanida secara alami ditemukan dalam berbagai mineral, seperti
monasit dan xenotim. Mereka juga hadir dalam kuantitas kecil di berbagai
batuan, tanah jarang, dan dalam berbagai mineral lainnya. Namun, keberadaan
mereka umumnya tersebar dan tidak dalam konsentrasi yang tinggi seperti halnya
logam-logam seperti emas atau perak.
Kelimpahan
unsur-unsur golongan lantanida bervariasi tergantung pada sumbernya. Secara
umum, kelimpahan mereka di kerak bumi relatif rendah dibandingkan dengan
unsur-unsur lain, seperti oksigen atau silikon. Namun, terdapat perbedaan dalam
kelimpahan relatif antara masing-masing unsur golongan lantanida.
Kelimpahan
unsur-unsur dan jumlah isotop yang terjadi secara alamiah bervariasi. Menurut
aturan Harkin ( Harkin’s rule) unsur dengan nomor atom genap (jumlah proton
dalam inti adalah genap) lebih melimpah dibanding unsur-unsur tetangga dengan
nomor atom ganjil. Unsur dengan nomor atom genap juga mempunyai isotop lebih
stabil. Sedangkan unsur dengan nomor atom ganjil tidak pernah mempunyai lebih
dari dua isotop satbil. Pada tabel 2.6 dapat dilihat stabilitas inti
berhubungan dengan jumlah neutron dan proton dalam inti.
Tabel 3. Kelimpahan unsur gol.lantanida di kerak bumi dan jumlah isotop
c. Reaksi-Reaksi Unsur Lantanida
1)
Reaksi dengan asam sulfat:
·
Contoh reaksi:
·
Pada reaksi ini, unsur lantanida
bereaksi dengan asam sulfat membentuk sulfat lantanida dan gas hidrogen.
2)
Reaksi dengan logam alkali (misal
Na)
· Contoh reaksi: Unsur lantanida dapat bereaksi dengan logam alkali seperti natrium untuk membentuk ion lantanida yang bermuatan positif.
3)
Pertukaran ion dengan basa kuat
(missal NaOH)
• Contoh
reaksi:
• Unsur
lantanida yang bermuatan +3 dapat bereaksi dengan basa kuat seperti natrium
hidroksida membentuk senyawa hidroksida lantanida.
4)
Pembentukan Senyawa Kompleks dengan
EDTA (Etilendiamintetraasetat)
• Contoh
reaksi:
• Unsur
lantanida membentuk kompleks dengan ligand EDTA, menghasilkan senyawa kompleks
yang stabil secara termodinamika.
5)
Reaksi redoks dengan logam lain
• Contoh
reaksi:
6)
Pembentukan Senyawa Koordinasi
dengan Amonium Oksalat
• Contoh
reaksi:
d. Ekstraksi
Ekstraksi unsur dari bijih monazite:
Monazite direaksikan dengan H2SO4 pekat panas, maka Th, La dan lantanida akan
larut sebagai sulfat, sehingga dapat dipisahkan dari bahan-bahan tak larut. Th
terendapkan sebagai ThO2 oleh neutralisasi parsial dengan NH4OH.Na2SO4 yang
digunakan untuk salt out La dan lantanida ringan sebagai sulfat, sehingga
terpisah dari lantanida berat yang ada dalam larutan. Lantanida ringan
teroksidasi dengan bubuk Ca(Ocl)2. Ion Ce3+ teroksidasi menjadi Ce4+ yang
terendapkan sebagai Ce(IO3)4 dan dapat dipisahkan. Ion La3+ dipisahkan dengan
ekstraksi pelarut dengan tri-n-butilposfat. Unsur-unsur individu dapat
diperoleh dengan metode pertukaran ion.
e. Kecenderungan Sifat-Sifat Unsur dalam Golongan Lantanida
1. Sifat Magnetik
Unsur-unsur lantanida menunjukkan sifat magnetik yang bervariasi,
terutama karena konfigurasi elektron f mereka yang tidak lengkap:
·
Unsur seperti neodymium dan samarium
digunakan dalam pembuatan magnet kuat karena mereka memiliki momen magnetik
yang tinggi.
·
Sifat magnetik lantanida sangat tergantung
pada konfigurasi elektron dan suhu. Sebagai contoh, cerium yang memiliki
sedikit elektron f berperilaku secara paramagnetik di suhu ruang, sementara
gadolinium dengan tujuh elektron f berperilaku sebagai feromagnetik di bawah
suhu Curie tertentu.
2. Kepadatan
·
Kepadatan unsur-unsur lantanida
umumnya meningkat dari cerium hingga lutetium.
·
Ini terjadi karena efek lantanida,
di mana kontraksi ukuran atom terjadi karena peningkatan muatan efektif dari
inti atom yang menyebabkan penarikan elektron ke arah inti yang lebih kuat.
·
Misalnya, lantanum memiliki
kepadatan sekitar 6,145 g/cm³, sementara lutetium memiliki kepadatan sekitar
9,84 g/cm³.
3. Titik Leleh dan Titik Didih
·
Umumnya, titik leleh dan titik didih
lantanida meningkat dari lantanum hingga lutetium.
·
Penjelasan untuk ini mirip dengan
kepadatan, di mana peningkatan muatan inti menyebabkan ikatan yang lebih kuat
dan lebih tinggi energi yang diperlukan untuk memutus ikatan tersebut.
·
Sebagai contoh, titik leleh cerium
adalah sekitar 798°C dan titik leleh lutetium sekitar 1663°C.
4. Reaktivitas Kimia
·
Semua lantanida bersifat reaktif
terhadap oksigen dan air, tetapi reaktivitas berkurang dari cerium hingga
lutetium.
·
Lantanida mudah bereaksi membentuk
oksida dan hidroksida. Lantanum dan cerium lebih reaktif dibandingkan dengan
lantanida yang lebih berat seperti terbium dan dysprosium.
·
Sebagai contoh, lantanum mudah
terbakar di udara untuk membentuk lantanum oksida, sedangkan europium akan
teroksidasi dengan lebih lambat.
5. Kekerasan
·
Kekerasan unsur lantanida cenderung
meningkat dari lantanum hingga lutetium.
·
Faktor yang sama, yaitu efek
lantanida yang mengakibatkan peningkatan kekuatan ikatan antar atom, juga
berkontribusi pada peningkatan kekerasan.
·
Lantanum lebih lunak dibandingkan
lutetium yang lebih keras.
·
e. Kegunaan
Golongan lantanida, yang terdiri dari unsur-unsur transisi dalam
periode 6 dari tabel periodik, memiliki berbagai kegunaan dan manfaat yang
penting dalam berbagai industri dan aplikasi. Berikut adalah beberapa di antaranya:
1)
Pembuatan Permukaan Kaca dan
Kristal: Lantanida seperti cerium (Ce) digunakan dalam industri kaca untuk
meningkatkan kejernihan dan ketahanan terhadap goresan. Mereka ditambahkan ke
komposisi kaca untuk mengurangi kecenderungan terhadap getaran dan membuat
permukaan yang lebih tahan terhadap serangan kimia.
2)
Pewarnaan: Beberapa lantanida,
seperti neodimium (Nd) dan praseodymium (Pr), digunakan sebagai pewarna dalam
industri keramik dan kaca. Mereka memberikan warna yang kaya dan tahan lama
pada produk-produk ini.
3)
Magnet Permanen: Neodimium adalah
bahan utama dalam pembuatan magnet permanen yang kuat. Magnet
neodimium-besi-boron (NdFeB) digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk motor
listrik, generator, speaker, dan perangkat elektronik lainnya.
4)
Laser: Beberapa lantanida seperti
neodimium dan erbium (Er) digunakan dalam pembuatan laser padat. Laser
lantanida memiliki berbagai aplikasi, termasuk pemotongan, penandaan,
pengukuran, dan pengelasan material dalam industri, kedokteran, dan penelitian.
5)
Katalis: Lantanida sering digunakan
sebagai katalis dalam berbagai reaksi kimia. Contohnya, cerium (Ce) digunakan
dalam katalis konversi oksida nitrogen, dan lantanida lainnya digunakan dalam
katalis hidrogenasi, dehidrogenasi, dan oksidasi.
6)
Pembuatan Baterai: Lantanida seperti
lanthanum (La), cerium (Ce), dan neodymium (Nd) digunakan dalam pembuatan
baterai isi ulang, termasuk baterai nikel-kadmium dan baterai nikel-metal
hidrida. Mereka membantu meningkatkan kinerja baterai dan kapasitas penyimpanan
energi.
7)
Pembuatan Lampu: Lantanida seperti
terbium (Tb) dan europium (Eu) digunakan dalam pembuatan lampu fluorescent,
khususnya lampu fosfor yang menghasilkan cahaya berwarna.
8)
Pengobatan: Lantanida juga digunakan
dalam bidang kedokteran, terutama dalam bidang pencitraan medis dan terapi
radiasi. Isotop lantanida digunakan dalam pencitraan PET (Positron Emission
Tomography) dan terapi radiasi untuk pengobatan kanker.
Kegunaan lantanida ini menunjukkan betapa pentingnya unsur-unsur
ini dalam berbagai industri modern dan teknologi tinggi.


Komentar
Posting Komentar